Showing posts with label Elektronika Digital. Show all posts
Showing posts with label Elektronika Digital. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

7 Segmen

Defenisi Dasar 7 Segmen

Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka.  Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam dunia digital. Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian, diplay angka digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah untuk menampilkan informasi secara visual mengenai data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian digital.
Seven segmen ini tersusun atas 7 batang  LED yang disusun membentuk angka 8 yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari ‘a’ sampai ‘g’  dan satu lagi untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ). salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common.
7 Segmen

Jenis-jenis Seven Segment :

1. Common Anoda

Semua anoda dari LED dalam seven segmen disatukan secara parallel dan semua itu dihubungkan ke VCC, dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar dari penggerak LED. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW (led akan menyala/aktif bila diberi logika 0).

2. Common Katoda

Merupakan kebalikan dari Common Anoda.  Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH (led akan menyala/aktif bila diberi logika 1).
7 Segmen
Prinsip Kerja :
Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment.
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan dalam seven segment. Untuk memudahkan penggunaan seven segment, umumnya digunakan sebuah decoder( mengubah/ mengkoversi input bilangan biner menjadi decimal) atau seven segment driver yang akan mengatur aktif tidaknya led-led dalam seven segment sesuai dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal. Jenis dekoder BCD ke seven segment ada dua macam yaitu dekoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common anoda dan dekoder yang berfungsi untuk menyalakan seven segment mode common katoda. Contoh IC converter BCD to Seven Segment untuk 7-segment Common Anoda pake decoder IC TTL 7447 untuk Common Katoda pake IC TTL 7448.

        




Baca selengkapnya

Friday, May 31, 2013

Bilangan Digital

Hanya ada 4 tipe bilangan yang dikenal dalam dunia digital yaitu bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal. Dimana setiap bilangan mempunyai karakteristik dan jumlah yang berbeda - beda. Bilangan biner terdiri atas 2 bilangan (0 dan 1), bilangan oktal terdiri atas 8 bilangan (0 sampai 7), bilangan desimal (0 sampai 9), dan bilangan heksadesimal terdiri atas 16 bilangan (0 sampai E). Khusus untuk bilangan heksadesimal, bilangan 10, 11, 12, 13, 14, dan 15 diganti dengan Huruf A, B, C, D, E, dan F.

Basic Description

1. Bilangan Biner
Bilangan yang berbasis 2, karena hanya mengenal dua bilangan saja yaitu 0 dan 1. Dilambangkan dengan (2).

2. Bilangan Oktal
Bilangan yang berbasis 8, hanya mengenal 8 bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Dilambangkan dengan (8).

3. Bilangan Desimal
Bilangan yang berbasis 10, hanya mengenal 10 bilangan , yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Dilambangkan dengan (10).

4. Bilangan Heksadesimal
Bilangan yang berbasis 16, hanya mengenal 16 bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. Dilambangkan dengan (16).

a. Mengkonversikan Bilangan Biner ke Oktal

Caranya :

Bilangan biner dikelompokan 3 digit dari sebelah kanan ke sebelah kiri, kemudian masing - masing kelompok dirubah ke dalam bentuk oktal.

Contoh :

Bilangan Digital


b. Mengkonversikan Bilangan Biner ke Desimal

Caranya : 
Masing - masing digit biner dikali dengan 2 pangkat n-1. n adalah posisi bilangan tersebut dari kanan atau n adalah bobot dari setiap bilangan seperti 
2 pangkat 0 = 1 
2 pangkat 1 = 2 
2 pangkat 2 = 4
2 pangkat 3 = 8
2 pangkat 4 = 16
2 pangkat 5 = 32
sampai seterusnya......

Contoh :

Bilangan Digital


Terakhir jumlahkan semua hasil kali antara bilangan biner dengan bobotnya, sehingga diperoleh hasil konversi dari bilangan biner ke desimal yaitu 47 seperti dibawah ini :  
( 1 + 2 + 4 + 8 + 0 + 32 ) = 47

c. Mengkonversikan Bilangan Biner ke Heksadesimal

Caranya :
Digit biner dikelompokan empat - empat digit, masing - masing kelompok dirubah ke heksadesimal.

Contoh : 

Bilangan Digital

d. Mengkonversikan Bilangan Oktal ke Biner  

Caranya :
Masing - masing digit oktal dirubah ke dalam 3 digit biner. cara ke 2 digit oktal dibagi 2 untuk mendapatkan hasil bagi dan sisa bagi.  Hasil bagi dibagi 2 lagi untuk mendapatkan hasil bagi dan sisa bagi berikutnya, begitu seterusnya sampai dengan hasil bagi sama dengan 1. Namun pada contoh kali ini saya hanya akan menjelaskan cara yang pertama karena lebih gampang dan cepat.

Contoh :

Bilangan Digital

Penjelasan : 
* Setiap digit bilangan biner yang sudah dikelompokan menjadi 3 digit diatas diberi bobot / pangkat, yang mana bobotnya dimulai dari 2 pangkat 0, 2 pangkat 1, sampai 2 pangkat 2 dan pada 3 kelompok bilangan biner berikutnya dimulai kembali dari bobot 2 pangkat 0 sampai dengan 2 pangkat 3, begitu sampai seterusnya....
* Pemberian pangkat dimulai dari bilangan sebelah kanan.

e. Mengkonversikan Bilangan Oktal ke Desimal

Caranya : 
Masing - masing digit oktal dikalikan dengan  8 pangkat n - 1. Namun disini saya hanya akan mencontohkan cara cepatnya.

Contoh :

Bilangan Digital


Langkah terakhir jumlahkan semua hasil kali tersebut sehingga menghasilkan bilangan desimal ( 1 + 0 + 4 + 0 + 16 + 0 + 0 +128 + 256 ) = 405.

f. Mengkonversikan Bilangan Oktal ke Heksadesimal

Caranya : 
Digit oktal dirubah kedalam bentuk biner, kemudian dari biner baru dirubah kedalam bentuk heksadesimal.

Contoh :

5421(8)  = B11 (16)

Langkah Pertama rubah bilangan oktal ke 3 digit biner seperti cara yang telah diberikan diatas : 
5 = 101
4 = 100
2 = 010
1 = 001

Langkah kedua gabungkan kesemua digit biner diatas, kemudian bagi menjadi 4 digit, dan jangan lupa untuk memberikan bobot pada tiap bilangan biner tersebut. berikut gambaranya :

Bilangan Digital

Note : 

* Setiap bilangan biner yang akan dirubah ke bentuk oktal harus dikelompokan tiga - tiga digit
* Setiap bilangan biner yang akan dirubah ke bentuk heksadesimal harus dikelompokan empat - empat digit.

g. Mengkonversikan Bilangan Desimal ke Biner

Caranya : 
Bilangan desimal dibagi 2. atau menggunakan perhitungan bobot

Contoh : 
- 538 (10) = 1000011010 (2)

Bilangan Digital

Dari bobot diatas tentukan bobot mana saja yang harus di set satu agar hasil kali dan penjumlahanya menjadi 538. Pada contoh diatas bobot bilangan yang di set satu adalah 512, 16, 8, dan 2. Jika bilangan tersebut ditambahkan maka hasilnya akan menjadi 538.

Note :
* Jika nilai bilangan desimalnya lebih besar dari 538 ( misal : 1024 ) maka nilai bobot berikutnya yaitu dua kali lipat dari nilai bobot sebelumnya 
Contoh : 512 maka nilai bobot berikunya yaitu 1024, 2048, dan seterusnya....
* Banyaknya digit biner tergantung dari besarnya nilai bilangan desimal. Jika nilai desimalnya besar maka akan semakin panjang digit biner yang akan dihasilkan dari proses konversi bilangan tersebut.

h. Mengkonversikan Bilangan Desimal ke Oktal

Caranya :
Bilangan desimal dibagi 8 untuk mendapatkan hasil bagi dan sisa bagi. begitu seterusnya sampai hasil bagi sama dengan 0 - 7.

Contoh :

- 978 (10) = 1722 (8)

Langkah pertama konversikan bilangan desimal tersebut kedalam bentuk biner, kurang lebih seperti dibawah ini :

Bilangan Digital

 Dari data diatas silahkan diuji dengan cara mengalikan antara bilangan biner dengan bobotnya, lalu t  
ambahkan semua hasil kali tersebut sehingga menghasilkan bilangan 978. 

i. Mengkonversikan Bilangan Desimal ke Heksadesimal

Caranya :
Bilangan desimal dibagi 16 untuk mendapatkan hasil bagi dan sisa bagi. begitu seterusnya sampai hasil bagi sam dengan bilangan antara 0 - 15.

Contoh : 
1382 (10) = 566 (16)

                 
Bilangan Digital


 Lakukan pengalian antara bilangan biner dan bobotnya, lalu tambahkan semua hasil kali tersebut sehingga menghasilkan bilangan 1382.

j. Mengkonversikan Bilangan Heksadesimal ke Biner

Caranya :
1 digit heksadesimal dirubah menjadi 4 digit biner.

Contoh :
- A 3 C (16)= 101000111100 (2)

Konversikan setiap bilangan heksa menjadi 4 digit bilangan biner, seperti dibwah ini :

        
Bilangan Digital



Dari data diatas kalikan antara bilangan biner dengan bobotnya, dan kemudian jumlahkan semua hasil kali tersebut.

k. Mengkonversikan Bilangan Heksadesimal ke Oktal

Caranya : 
Dirubah ke dalam bentuk biner kemudian dari biner baru dijadikan ke bentuk oktal.

Contoh :
- D38 (16) = 6470 (8)

Bilangan Digital


Dari data diatas kalikan antara bilangan biner dengan bobotnya, dan kemudian jumlahkan semua hasil kali tersebut sehingga menghasilkan 6470.

l. Mengkonversikan Bilangan Heksadesimal ke Desimal

Caranya :
Masing - masing digit heksa dikali dengan 16 pangkat n - 1. dimana n = posisi bilangan tersebut dari kanan.

Contoh :
- F3B1 (16) = 62385 (10)

F = 1111
3 = 0011
B = 1011
1 = 0001

Gabungkan semua biner tersebut sehingga menjadi seperti dibawah ini :

Bilangan Digital


Jumlahkan semua bobot bit  yang bernilai 1, sehingga jumlahnya 62385














Baca selengkapnya