Showing posts with label Bahasa Jepang. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Jepang. Show all posts

Friday, June 13, 2014

Ungkapan "akan" dan tidak "akan" dalam bahasa jepang (Pelajaran 14)

Ungkapan "akan" dan tidak "akan" dalam bahasa jepang (Pelajaran 14)

Ungkapan "akan" dan "tidak akan" dalam bahasa jepang - Kata - kata yang mendapat tambahan arti "akan" dan "tidak akan" ini biasa terjadi pada kata kerja. Dalam bahasa jepang, kata kerja terdiri atas 4 jenis yaitu kata kerja akhiran U, IRU, ERU, dan SURU. Untuk membentuk kata kerja yang berakhiran "U" tersebut agar mengandung arti "akan" maka ganti akhiran "U" dengan "O". Berikut uraian lengkap beserta contohnya :



Penambahan O pada kata kerja akhiran U.

  • Kaku berubah menjadi kako
  • Yuku berubah menjadi yuko
  • Hataraku berubah menjadi hatarako
  • Asobu berubah menjadi asobo
Sedangkan untuk akhiran "IRU, ERU, dan SURU" agar kata kerja tersebut mengandung arti "akan" maka gunakan bentuk 2 dari kata kerja tersebut dan tambahkan akhiranya dengan "YO". Penjelasan mengenai bentuk kata kerja bisa dilihat pada posting sebelumnya disini. Berikut contohnya :

Penambahan YO pada kata kerja akhiran IRU.


  • Miru bentuk keduanya mi, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi miyo = akan melihat
  • Niru bentuk keduanya ni, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi niyo = akan merebus
  • Ochiru bentuk keduanya ochi, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi ochiyo = akan jatuh

Penambahan YO pada kata kerja akhiran ERU.  

  • Taberu bentuk keduanya tabe, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi tabeyo = akan makan
  • Akeru bentuk keduanya ake, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi akeyo = akan membuka
  • Oshieru bentuk keduanya oshie, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi oshieyo = akan mengajar
  • Shimeru bentuk keduanya shime, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi shimeyo = akan menutup

Penambahan YO pada kata kerja akhiran SURU.

  • Chumon suru bentuk keduanya chumon shi, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi chumon shiyo = akan memesan
  • Setsume suru bentuk keduanya setsume shi, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi setsume shiyo = akan menerangkan
  • Benkyo suru bentuk keduanya benkyo shi, dan bila ditambah dengan YO, maka bentuknya berubah menjadi benkyo shiyo = akan mengajar

Dan berikutnya yaitu cara membentuk kata kerja tersebut agar mengandung arti "Tidak akan" atau kebalikan dari yang diatas. Untuk kata kerja yang berakhiran "U" caranya, gunakan bentuk asal dari kata kerja tersebut lalu tambahkan dengan akhiran "MAI". Sedangkan untuk kata kerja akhiran "IRU, ERU, dan SURU" caranya, gunakan bentuk 2 dari kata kerja tersebut dan tambahkan dengan akhiran "MAI". Berikut Contohnya :

Penambahan MAI pada kata kerja akhiran U.

  • Nomu + mai, maka bentuknya berubah menjadi nomumai = tidak akan minum
  • Yobu + mai, maka bentuknya berubah menjadi yobumai = tidak akan memanggil
  • Hataraku + mai, maka bentuknya berubah menjadi hatarakumai = tidak akan bekerja
  • Yomu + mai, maka bentuknya berubah menjadi yomumai = tidak akan membaca

Penambahan MAI pada kata kerja akhiran IRU, ERU, dan SURU.

  • Taberu bentuk 2 nya tabe, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi tabemai = tidak akan makan.
  • Kiru bentuk 2 nya ki, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi kimai = tidak akan memakai.
  • Miru bentuk 2 nya  mi, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi mimai = tidak akan melihat.
  • Niru bentuk 2 nya ni, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi nimai = tidak akan merebus.
  • Suru bentuk 2 nya shi, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi shimai = tidak akan melakukan.
  • Iru bentuk 2 nya i, dan bila ditambah dengan akhiran MAI, maka bentuknya akan menjadi imai = tidak akan ada.
Baca selengkapnya

Friday, May 9, 2014

Ungkapan "ingin" dan "tidak ingin" dalam bahasa jepang (Pelajaran 13)

Ungkapan "ingin" dan "tidak ingin" dalam bahasa jepang (Pelajaran 13)

Ungkapan "ingin" dan "tidak ingin" dalam bahasa jepang - Pada tutorial kali ini saya akan jelaskan bagaimana cara menyatakan keinginan dalam bahasa jepang atau membentuk kata - kata seperti ingin makan, ingin minum, ingin membaca, dan ingin membeli. Jika diperhatikan kata makan, minum, membaca, dan membeli adalah kata kerja. Namun kira - kira bagaimana ya cara membuat kata kerja tersebut mengandung kata "ingin atau mau" dalam bahasa jepang? Jawabanya adalah dengan menambahkan kata "TAI" diakhir kata kerja bahasa jepang tersebut. Kata kerja yang digabungkan dengan kata "TAI" ini bukanlah kata kerja bentuk awal, melainkan kata kerja bentuk 2 dan dibagian akhirnya ditambahkan kata "desu".  Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh berikut.


Bentuk Positif Dari Kata "TAI".

  • Nomu = minum
  • Nomitai desu = ingin minum
  • Anata wa kohii wo nimitai desu ka? Apakah anda ingin minum kopi?

  • Yomu = membaca
  • Yomitai = ingin membaca
  • Watashi wa shinbun wo yomitai desu. Saya ingin membaca koran.

  • Taberu = makan
  • Tabetai = ingin makan
  • Anohito wa gohan wo tabetai desu. Orang itu ingin makan nasi.

  • Kaeru = pulang
  • Kaetai = ingin pulang
  • Watashi wa kaetai desu. Saya ingin pulang.

Bentuk Negatif Dari Kata "TAI".

Untuk menjadikan kata kerja dalam bentuk "TAI" tersebut menjadi bentuk negatif, Ganti huruf "i" pada kata "TAI" menjadi "KU" kemudian tambahkan dengan kata "nai desu" di akhirnya. Berikut contohnya.

  • Yomitai = ingin membaca
  • Yomitaku nai desu = tidak ingin membaca
  • Anata wa ano hon wo yomitaku nai desu ka. Apakah kamu tidak ingin membaca buku itu.

  • Tabetai = ingin makan
  • Tabetaku nai desu = tidak ingin makan
  • Watashi wa kono kashi wo tabetaku nai desu.
Perlu diingat bahwa penambahan kata "TAI" tersebut hanya berlaku untuk orang pertama dan kedua. Jika ingin menggunakan kata "TAI" tersebut pada orang ketiga, maka tambahkan kata "TO IIMASU atau TO MOSHIMASU" di akhirnya. Kata TO IIMASU memiliki arti berkata, sedangkan TO MOSHIMASU berarti "katanya". Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan contoh berikut ini.
  • Nobita san wa watashi no jidosha wo kaitai to iimasu. Tuan nobita berkata ingin membeli mobil saya.
  • Nobita san wa watashi no jidosha wo kaitai to moshimasu. Tuan nobita katanya ingin membeli mobil saya.

  • Anohito wa Mario san to nihon e ikitai to imasu. Dia berkata ingin pergi ke jepang bersama tuan Mario.
  • Anohito wa Mario san to nihon e ikitai to moshimasu. Dia katanya ingin pergi ke jepang bersama tuan Mario.
Selamat bereksperimen !
Baca selengkapnya

Monday, May 5, 2014

Fungsi penambahan TE pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 12)

Fungsi penambahan akhiran TE pada kata kerja bahasa jepang - Pada postingan sebelumnya kita sudah bahas mengenai fungsi penambahan kata "TA" pada kata kerja bahasa jepang dan sekarang pada pelajaran ke 12 belajar bahasa jepang ini, kita akan bahas mengenai fungsi dan penerapan kata "TE" pada kata kerja bahasa jepang. Penambahan "TE" pada kerja menyatakan bahwa suatu perbuatan itu sedang dilakukan atau sedang berlaku. Penggabungan kata kerja dengan kata "TE" ini sama dengan kata "TA" sebelumnya, yaitu dengan mengambil bentuk kedua dari kata kerja dan ditambah dengan akhiran "TE" tersebut. Atau bisa juga dengan cara menambahkan akhiran "TE" tersebut dengan bentuk kedua dari kata kerja yang sudah ditambah dengan kata masu. Perhatikan contoh berikut.


Fungsi penambahan TE pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 12)

Berikut aturan untuk membentuk kata kerja TE menjadi bentuk negatif.
  • Bentuk 3 + nai >> Bentuk 3 + naide atau nakute
  • Bentuk 2 + masen >> Bentuk 3 + zuni
Contoh :
  • Yomu >> Yoma nai >> Yoma naide atau Yoma nakute
  • Kaku >> Kaka nai >> Kaka naide atau Kaka nakute
  • Nomu >> Noma nai >> Noma naide atau Noma nakute
  • Taberu >> Tabe nai >> Tabe naide atau Tabe nakute
  • Yomu >> Yomi masen >> Yoma zuni
  • Kaku >> Kaki masen >> kaka zuni
  • Nomu >> Nomi masen >> Noma zuni
  • Taberu >> Tabe masen >> Tabe zuni
Pemakaian kata kerja TE dalam kalimat haruslah diikuti oleh kata iru, imasu, dan orimasu. Berikut screen shoot aturan penambahannya.

Fungsi penambahan TE pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 12)

Berikut contoh kalimat.
  • Anata wa nani wo yonde iru ka? Kamu sedang membaca apa?
  • Anata wa nani wo yonde imasu ka? Anda sedang membaca apa?
  • Anata wa nani wo yonde orimasu ka? Tuan sedang membaca apa?
  • Watashi wa shinbun wo yonde iru. Saya sedang membaca surat kabar.
  • Watashi wa shinbun wo yonde imasu. Saya sedang membaca surat kabar.
  • Watashi wa shinbun wo yonde orimasu. Saya sedang membaca surat kabar.
  • Anata wa benkyo shite iru ka? Apakah kamu sedang belajar?
  • Hai, shite iru. Ya, benar.
  • Iie, Watashi wa benkyo shite imsen. Tidak, saya sedang tidak belajar.
  • Watashi wa ocha wo nonde imasu. Saya sedang minum teh.
  • Watashi tachi wa gohan wo tabete iru. Kami sedang makan nasi.
  • Anata wa doko ni iru ka? Kamu ada dimana?
  • Watashi wa heya ni iru. Saya ada di kamar. 
Baca selengkapnya

Fungsi penambahan TA pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 11)

Fungsi penambahan akhiran TA pada kata kerja bahasa jepang - Pada tutorial belajar bahasa jepang kali ini topik yang akan kita angkat yaitu penambahan kata TA diakhir kata kerja. Penambahan TA pada kata kerja menyatakan bahwa sesuatu tersebut sudah terjadi, sudah dilakukan, atau sudah berlaku. Misalnya oshiemasu yang artinya mengajar. Jika ditambah dengan akhiran TA maka akan menjadi oshiemashita yang artinya sudah mengajar. Penambahan bentuk TA ini bisa dilakukan pada kata kerja bentuk 2 yang belum ditambahkan dengan kata masu ataupun yang sudah ditambahkan dengan kata masu tersebut. Namun ada beberapa kata kerja yang perubahanya menyimpang dari aturan biasanya. Kata kerja tersebut yaitu kata kerja yang akhir suku katanya mengandung kata gu, ku, tsu, u, ru, bu, nu, dan mu. Perhatikan contoh berikut.


Fungsi penambahan TA pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 11)

Ket :
  • Kata - kata yang berakhiran "nu dan mu" bila ditambah dengan TA akhiranya akan berubah menjadi "nda". 
  • Kata - kata yang berakhiran "u dan tsu" bila ditambah dengan TA akhiranya akan berubah menjadi "ta". 
  • Kata yang berakhiran "ku" bila ditambah dengan TA akhiranya akan berubah menjadi "ita".
  • Sedangkan kata yang berakhiran "gu" bila ditambah dengan TA akhiranya akan berubah menjadi "ida".
Berikut ini adalah bentuk kata kerja yang perubahanya tidak menyimpang seperti kata kerja diatas.

Fungsi penambahan TA pada kata kerja bahasa jepang (Pelajaran 11)

Kata kerja diatas bisa juga ditambahkan kata masu sebelum kata TA agar kalimatnya menjadi lebih halus/hormat. contoh : Ryoko shta menjadi Ryoko shimasshita, mita menjadi mimashita, dll. Dan bila ingin menjadikan kata kerja TA tersebut bentuk negatif, tambahkan nai atau masen. Perhatikan contoh berikut.

  • Mita + nai = Minakatta (negatif tingkat biasa).
  • Mita + masen = Mimasen deshita (negatif tingkat hormat).
  • Yonda/yomimashita + nai = Yomanakatta (negatif tingkat biasa).
  • Yonda/Yomimashita + masen = Yomimasen deshita (negatif tingkat hormat).
Berikut contoh kalimatnya :
  • Watashi wa zasshi wo yomimashita.
  • Watashi wa zasshi wo yonda.
  • Watashi wa zasshi wo yomimasen deshita.
  • Watashi wa zasshi wo yomanakatta.
  • Watashi wa ocha wo nomimashita.
  • Watashi wa ocha wo nonda.
  • Watashi wa ocha wo nomimasen deshita.
  • Watashi wa ocha wo nomanakatta.
Baca selengkapnya

Penambahan kata nai dalam bahasa jepang (Pelajaran 10)

Fungsi penambahan kata nai dalam bahasa jepang - Efek kata nai ini bila digabungkan dengan kata kerja akan menjadikan kata kerja tersebut bentuk negatif. Kata kerja yang digabungkan dengan kata nai ini yaitu kata kerja bentuk ke 3. Pada tutorial belajar bahasa jepang sebelumnya saya sudah contohkan bentuk negatif dari kata kerja, namun tidak menggunakan kata nai melainkan menggunakan kata masen. Cara merubah kata kerja menjadi bentuk negatif dengan menggunakan masen ini menggunakan kata kerja bentuk 2 bukan bentuk ke 3. Jadi, kesimpulanya kalau masu atau masen digabungkan dengan kata kerja bentuk ke 2, sedangkan nai digabungkan dengan kata kerja bentuk ke 3. 

Adapun perbedaan dari penggunaan keduanya yaitu, kata kerja yang digabung dengan kata nai tergolong pada bentuk negatif tingkat biasa. Sedangkan kata kerja yang digabung dengan kata masen tergolong kedalam bentuk negatif tingkat hormat. Perhatikan tabel berikut.


Penambahan kata nai dalam bahasa jepang (Pelajaran 10)

Penambahan kata nai dalam bahasa jepang (Pelajaran 10)

Dari tabel diatas saya rasa sudah sangat jelas sekali perbedaan penggunaan kata nai dan masen tersebut. Sekian saja untuk postingan kali ini. Selamat beraksperimen and good luck.
Baca selengkapnya

Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)

Beberapa jenis kata kerja dalam bahasa jepang - Dalam postingan tutorial belajar bahasa jepang kali ini kita akan bahas mengenai kata kerja dalam bahasa jepang, baik itu dari segi jenisnya, perubahanya, bentuk negatifnya, hingga tingkatan bahasanya. Kata kerja sangat erat hubunganya dengan aktivitas atau bisa diartikan sebuah aktivitas. Berdasarkan akhiranya, kata kerja bahasa jepang dibagi menjadi 4 jenis yaitu kata kerja akhiran U, kata kerja akhiran IRU, kata kerja akhiran ERU, dan kata kerja akhiran SURU. Berikut ulasan lengkapnya.


1. Kata kerja dengan akhiran U.

  • Nomu >> minum.
  • Kau >> membeli.
  • Kaku >> menulis.
  • Hataraku >> bekerja.
  • Iku >> pergi.
  • Yuku >> pergi.
  • Yomu >> membaca.
  • Asobu >> bermain.

2. Kata kerja dengan akhiran IRU.

  • Ochiru >> jatuh.
  • Miru >> melihat.
  • Kiru >> memakai.
  • Okiru >> bangun.
  • Oriru >> turun.
  • Niru >> merebus.

3. Kata kerja dengan akhiran ERU.

  • Oshieru >> mengajar.
  • Kangaeru >> memikir.
  • Shimeru >> menutup.
  • Akeru >> membuka.
  • Tazumeru >> bertanya.
  • Taberu >> makan.

4. Kata kerja dengan akhiran SURU.

Berbeda dengan 3 akhiran diatas yang tidak mempunyai arti, akhiran SURU mempunyai arti melakukan.
  • Setsume suru >> menerangkan.
  • Kitai suru >> menaruh harapan/berharap.
  • Chumon suru >> memesan.
  • Hantai suru >> melakukan perlawanan.
  • Ryoko suru >> melakukan perjalanan.
Pada penerapanya dalam kalimat, kata kerja diatas ada yang mengalami perubahan dan ada yang tetap. Perubahanya hanya terjadi pada akhiranya dengan mengganti atau menambahkan sebuah kata baru. Berikut gambaranya.

a. Perubahan bentuk  kata kerja U.
Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)
Tabel 1.

Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)
Tabel 2.

Dari tabel 1 diatas bisa dilihat bahwa kata kerja bentuk 1 mempunyai akhiran u, bentuk 2 berakhiran i, bentuk 3 berakiran a, dan bentuk 4 berakhiran e. Namun selain perubahan tersebut ada lagi penambahan - penambahan yang dilakukan seperti yang digambarkan tabel 2. Bentuk 2 dari asobu + masu akan menjadikan kata tersebut lebih halus/tingkat hormat. Sedangkan jika ingin menjadikan asobu bentuk negatif, cukup dengan mengambil bentuk ke 2 dari asobu lalu ditambah dengan masen, sehingga menjadi asobimasen. Dengan penambahan tersebut menjadikan asobimasen termasuk kedalam bentuk negatif tingkat hormat.

Contoh dalam kalimat :
Pan >> roti
Kohii >> kopi
  •  Watashi wa pan wo kaimasu. >> Saya membeli roti. 
  • Anata wa nani wo kaimasu ka? >> Kamu membeli apa. 
  • Anata wa kohii wo kaimasu ka? >> Apakah kamu membeli kopi? (terkadang kata anata wa tidak diucapkan)
  • Hai, kohii wo kaimasu. >> Ya, benar.
  • Nani wo nomimasuka? >> Minum apa?
  • Ocha wo nomimasu. >> Minum teh.

Partikel Wo.

Kata wo merupakah sebuah partikel atau kata bantu yang lebih sering tidak diartikan. Partikel wo diatas digunakan untuk menerangkan bahwa objek (orang/benda) di depannya adalah tujuan dari kata kerja yang berada dibelakangnya. Dalam bahasa jepang, suatu kata dikatakan terletak didepan jika kata tersebut berada dibagian sebelah kiri dari kata lainnya. Dan dikatakan terletak dibagian belakang jika kata tersebut berada dibagian sebelah kanan dari kata lainnya. Misalnya "ano hito". ano terletak didepan karena berada dibagian kiri dari kata hito dan kata hito terletak dibelakang karena berada dibagian kanan dari kata ano.

b. Perubahan bentuk  kata kerja IRU.

Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)

c. Perubahan bentuk  kata kerja ERU.

Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)

d. Perubahan bentuk  kata kerja SURU.

Jenis - jenis kata kerja dalam bahasa jepang (Pelajaran 9)

Untuk penambahan kata masu ataupun pembuatan bentuk negatif dari kata akhiran IRU, ERU, dan SURU aturannya sama dengan kata kerja akhiran U. Caranya ambil bentuk keduanya lalu tambahkan dengan masu (untuk bentuk positif) atau tambahkan dengan masen (untuk bentuk negatif). Misalnya :

  • Okiru >> bentuk 2 nya Oki + masu = Okimasu (bentuk positif tingkat hormat).
  • Okiru >> bentuk 2 nya Oki + masen = Okimasen (bentuk negatif tingkat hormat).
  • Taberu >> bentuk 2 nya Tabe + masu = Tabemasu (bentuk positif tingkat hormat).
  • Taberu >> bentuk 2 nya Tabe + masen = Tabemasen (bentuk negatif tingkat hormat).
  • Ryoko suru >> bentuk 2 nya Ryoko shi + masu = Ryoko shimasu (bentuk positif tingkat hormat).
  • Ryoko suru >> bentuk 2 nya Ryoko shi + masen = Ryoko shimasen (bentuk negatif tingkat hormat).
Baca selengkapnya

Penggunaan kata arimasu dan imasu dalam bahasa jepang (Pelajaran 8)

Cara atau aturan penggunaan kata arimasu dan imasu dalam bahasa jepang - Pada postingan sebelumnya saya sudah berikan beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata arimasu dan imasu. Namun saya belum jelaskan detil dari dua kata tersebut. Nah pada tutorial belajar bahasa jepang kali ini kita akan kupas lebih dalam mengenai kata arimasu dan imasu. Kata arimasu berasal dari kata "aru" sedangkan imasu berasal dari kata "iru". Pemberian kata masu dimaksudkan untuk memperhalus bahasanya. Arimasu dan imasu sama - sama mempunyai arti "ada/punya". tapi ada sedikit perbedaan pada penerapanya. Kata arimasu digunakan untuk menunjukan keberadaan benda mati seperti kursi, meja, pena, mobil, makanan, dll. Sedangkan kata imasu digunakan untuk menunjukan keberadaan benda hidup seperti hewan dan manusia.

Selain itu kata arimasu dan imasu ini juga mempunyai tingkatan bahasa sama halnya dengan kata desu yang sebelumnya telah kita bahas. Dalam bahasa jepang tingkatan bahasa terbagi atas tiga yaitu tingkat biasa, tingkat hormat, dan tingkat paling hormat. Dalam setiap tingkatnya bentuk arimasu dan imasu akan mengalami perubahan, sesuai dengan tingkatan bahasanya. Berikut tabel tingkatan bahasa dari kata arimasu dan imasu beserta bentuk negatifnya.


Penggunaan kata arimasu dan imasu dalam bahasa jepang (Pelajaran 8)

Tabel diatas menggambarkan perubahan bentuk yang dialami oleh kata arimasu dan imasu dalam setiap tingkatan bahasanya, begitu juga dengan bentuk negatifnya. Berikut penjelasan dari tablel diatas.
  • Aru adalah bentuk positif tingkat biasa dari kata arimasu.
  • Arimasu adalah bentuk positif tingkat hormat dari kata arimasu itu sendiri.
  • Gozaimasu adalah bentuk positif tingkat paling hormat dari kata arimasu.
  • Nai adalah bentuk negatif dari kata aru.
  • Arimasen adalah bentuk negatif dari kata arimasu.
  • Gozaimasen adalah bentuk negatif dari kata gozaimasu.
  • Iru adalah bentuk positif tingkat biasa dari kata imasu.
  • Imasu adalah bentuk positif tingkat hormat dari kata imasu itu sendiri.
  • Orimasu adalah bentuk positif tingkat paling hormat dari kata imasu.
  • Inai adalah bentuk negatif dari kata iru.
  • Imasen adalah bentuk negatif dari kata imasu.
  • Orimasen adalah bentuk negatif dari kata orimasu.
Contoh kalimat :
Anata = kamu.
Kare = dia (laki - laki).
Kanojo = dia (perempuan).
Ringo = apel.
Tomodachi = teman.
Neko = kucing.
Ki = pohon
tori = burung
  • Anata wa jitensha ga aru ka? >> Kamu punya sepeda? atau Apakah kamu punya sepeda?
  • Hai, watashi wa jitensha ga aru. >> Ya, saya punya sepeda.
  • Iie, watashi wa jitensha ga nai. >> Tidak, saya tidak punya sepeda.
  • Kare wa hon ga arimasu ka? >> Apakah dia punya buku? atau Dia punya buku?
  • Hai, kare wa hon ga arimasu. >> Ya, dia punya buku.
  • Iie, kare wa hon ga arimasen. >> Tidak, dia tidak punya buku.
  • Anata wa ringo ga gozaimasu ka? >> Apakah anda punya apel? atau Anda punya apel?
  • Hai, watashi wa ringo ga gozaimasu. >> Ya, saya punya apel.
  • Iie, watashi wa ringo ga gozaimasen. >> Tidak, saya tidak punya apel.
  • Anata no tomodachi wa neko ga iru ka? >> Apakah teman kamu punya kucing? atau Teman kamu punya kucing?
  • Hai, watashi no tomodachi wa neko ga iru. >> Ya, teman saya punya kucing.
  • Iie, watashi no tomodachi wa neko ga inai. >> Tidak, teman saya tidak punya kucing.
  • Ano ki no ue ni tori ga imasu ka? >> Apakah di atas pohon itu ada burung?
  • Hai, ano ki no ue ni tori ga imasu. >> Ya, diatas pohon itu ada burung.
  • Iie, ano ki no ue ni tori ga imasen. >> Tidak, diatas pohon itu tidak ada burung.
  • Ima anata wa kyoto ni orimasu ka? >> Sekarang, apakah anda ada di kyoto?
  • Hai, ima watashi wa kyoto ni orimasu. >> Ya, sekarang saya ada di kyoto.
  • Iie, ima watashi wa kyoto ni orimasen. >> Tidak, sekarang saya tidak ada di kyoto.
Baca selengkapnya
Fungsi kata na dan no dalam bahasa jepang (Pelajaran 7)

Fungsi kata na dan no dalam bahasa jepang (Pelajaran 7)

Fungsi dari kata na dan no dalam bahasa jepang. OK ... masuk ke pelajaran ketujuh dari tutorial belajar bahasa jepang. Topik pembelajaran yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini yaitu penggunaan kata bantu na dan no dalam kalimat bahasa jepang. Kata na dan no merupakan sebuah kata bantu yang berfungsi sebagai penghubung atau menyatakan kepemilikan terhadap suatu objek. Berikut ulasan selengkapnya.


1. Fungsi Kata "Na".

"Na" merupkan sebuah kata yang biasa digunakan untuk menghubungkan dua buah kata atau untuk memberikan keterangan sifat atau keadaan terhadap suatu objek (orang, hewan, atau barang). Kata na sering dijumpai pada kata benda jenis abstrak seperti baka (bodoh), binboo (miskin), shooziki (jujur), rikoo (pandai), kirei (cantik/indah), kenko (sehat), dll. Perhatikan contoh berikut.
  • Binboo na hito. >> orang miskin.
  • Kirei na onna. >> wanita yang cantik
  • Kenko na kodomo. >> anak yang sehat
  • Shooziki na hito. >> orang yang jujur.
  • Rikoo na hito. >> orang yang pandai.
  • Baka na kodomo. >> anak yang bodoh.
Namun jika ingin menerangkan suatu objek dengan menggunakan kata sifat asli seperti okii, yasui, takai, chiisai, dllnya. Maka penggunaan kata "na" tidaklah diperlukan. Kata sifat asli tersebut boleh ditempatkan langsung di depan kata benda (objek) yang diterangkan. Berikut contohnya.
  • Okii uchi. >> rumah besar/rumah yang besar.
  • Takai hikooki. >> pesawat yang mahal.
  • Yasui terebi. >> televisi yang murah.
  • Chiisai heya. >> kamar yang kecil.
Akan tetapi kata sifat asli diatas terkadang juga dikombinasikan dengan kata "na" tersebut. Syaratnya, hilangkan huruf "i" yang terakhir pada kata sifat tersebut. Perhatikan contoh berikut.
  • Oki na uchi. >> rumah besar.
  • Taka na hikooki. >> pesawat yang mahal.
  • Yasu na terebi. >> televisi yang murah.
  • Chisa na heya. >> kamar yang kecil.

2. Fungsi Kata "No".

Kata "no" selain digunakan untuk menyatakan kepemilikan, kata ini juga digunakan untuk merubah kata benda yang konkret seperti kin, gin, tetsu, ki, kami, menjadi bentuk sifat atau menjadikan kata benda yang konkret tersebut sebagai keterangan sifat dari suatu objek. Lihat contoh berikut.
  • Kin no tokei. >> jam emas.
  • Tetsu no fune. >> kapal besi.
  • Ki no teeburu. >> meja kayu.
  • Kami no hana. >> bunga kertas.
Perlu diingat bahwa penggunaan kata benda abstrak, konkret, dan kata sifat asli tersebut berlaku jika hendak memberikan sifat terhadap suatu objek.  Namun jika kata - kata tersebut hanya difungsikan sebagai keterangan dalam suatu kalimat, maka penggunaan "na" dan "no" tidak diperlukan. Berikut contoh kalimat positifnya.
  • Ano kirei onna wa rikoo desu. >> Perempuan cantik itu pandai/pintar.
  • Anata no tokei wa kin desu ka? >> Apakah jam kamu emas?
  • Ano kazoku wa binboo desu ka? >> Apakah keluarga itu miskin?
  • Sono akai hana wa kirei desu. >> Bunga itu indah.
Dan berikut contoh kalimatnya dalam bentuk negatif.
  • Ano kirei onna wa rikoo de wa arimasen. >> Perempuan cantik itu tidak pandai/pintar.
  • Anata no tokei wa kin de wa arimasen. >> Jam kamu tidak emas.
  • Ano kazoku wa binboo de wa arimasen. >> Keluarga itu tidak miskin.
  • Sono akai hana wa kireku aarimasen. >> Bunga merah itu tidak indah.
Sekedar mengingatkan kembali. Jika dalam kalimat negatif tersebut terdapat kata - kata sifat asli yang berakhiran "i" seperti okii, chiisai, yasui, takai, akai, shiroi, dan lainya. Maka gunakan aturan berikut.
  • Untuk membuat kalimat negatif tingkat biasa ganti huruf i yang terakhir dengan ku dan tambahkan nai desu.
  • Untuk membuat kalimat negatif tingkat hormat ganti huruf i yang terakhir dengan ku dan tambahkan arimasen. dan jika kata sifatnya tidak berakhiran i, maka gunakan de wa arimasen.
  • Dan untuk membuat kalimat negatif tingkat paling hormat, caranya sama dengan cara pembuatan kalimat positif sebelumnya, kecuali bagian akhirnya seperti gozaimasu atau de gozaimasu berubah menjadi gozaimasen atau de gozaimasen.
Berikut contohnya :

Atsui >> panas.
  • Nobita san no heya wa atsuku nai desu. >> Kamar tuan Nobita tidak panas. (negatif tingkat biasa)
  • Nobita san nn heya wa atsuku arimassen. >> Kamar tuan Nobita tidak panas. (negatif tingkat hormat)
  • Nobita san no heya wa atsu gozaimasen. >> Kamar tuan Nobita tidak panas. (negatif tingkat paling hormat) 
Takai >> mahal.
  • Ano kin no tokei wa takaku nai desu. >> Jam emas itu tidak mahal. (negatif tingkat biasa)
  • Ano kin no tokei wa takaku arimasen. >> Jam emas itu tidak mahal. (negatif tingkat hormat)
  • Ano kin no tokei wa takaku gozaimasen. >> Jam emas itu tidak mahal. (negatif tingkat paling hormat)
Dalam bahasa tulis bentuk de wa arimasen tidak dipakai, penggunaanya digantikan oleh ja nai atau de wa nai. Perhatikan contoh dibawah ini.
  • Ano okii uchi wa  Nobita san no ja nai / de wa nai. Rumah besar itu bukan punya tuan nobita.
  • Ano hikooki wa Nippon no ja nai / de wa nai. Pesawat terbang itu bukan punya jepang.
  • Ano fune wa tetsu de wa nai / ja nai. Kapal itu bukan besi.
Baca selengkapnya
Tingkatan bahasa dalam bahasa jepang (Pelajaran 6)

Tingkatan bahasa dalam bahasa jepang (Pelajaran 6)

Beberapa tingkatan bahasa dalam bahasa jepang - Ada 3 tingkatan bahasa yang harus diketahui dalam belajar bahasa jepang.

  1. Bahasa biasa yaitu bahasa yang biasa yang sering digunakan saat bergaul sesama teman sebaya atau yang sudah akrab.
  2. Bahasa hormat yaitu bahasa yang digunakan saat hendak berbicara pada orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenal.
  3. Bahasa paling hormat yaitu bentuk bahasa yang lebih halus dari bahasa hormat.
Pada pelajaran sebelumnya saya sudah berikan beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata desu. Desu sebenarnya berasal dari kata de arimasu / de aru. Kalimat yang menggunakan kata - kata desu tersebut termasuk kedalam bahasa tingkat hormat. Dalam bahasa tertulis atau bahasa percakpan sehari - hari kata - kata desu lebih sering digantikan dengan da / disingkat da. Namun setiap kalimat yang menggunakan kata - kata da tersebut akan berubah tingkatan bahasanya menjadi tingkat biasa. Dan jika ingin menjadikan kalimat yang menggunakan kata desu tersebut menjadi bahasa yang lebih hormat, maka ganti desu dengan de gozaimasu. 

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan kata - kata de gozaimasu tersebut. Apabila dalam kalimat yang mengandung kata de gozaimasu tersebut terdapat kata - kata sifat asli yang berakhiran ai, ii, oi, atau ui misalnya takai, okii, kuroi, dan samui harus diganti huruf terakhirnya.



Berikut aturan penggantianya :
  • Kata sifat yang mengandung akhiran ai diganti dengan o.
  • Kata sifat yang mengandung akhiran ii dihilangkan i yang terakhirnya, lalu diganti dengan huruf u.
  • Kata sifat yang mengandung akhiran oi diganti dengan o.
  • Kata sifat yang mengandung akhiran ui diganti dengan u. 
Contoh :
  • Takai berubah menjadi tako.
  • Okii berubah menjadi okiu.
  • Kuroi berubah menjadi kuro.
  • Samui berubah menjadi samu.
Berikut penerapanya dalam kalimat :
  • Anata no tomodachi no uchi wa chiisai de aru ka? Apakah rumah teman kamu kecil? (tingkat biasa)
  • Anata no tomodachi no uchi wa chiisai desu ka? Apakah rumah teman anda kecil? (tingkat hormat)
  • Anata no tomodachi no uchi wa chiiso gozaimasu ka? Apakah rumah teman tuan kecil? (tingkat paling hormat)
  • Sono terebi wa takai de aru. Televisi itu mahal. (tingkat biasa)
  • Sono terebi wa takai desu. Televisi itu mahal. (tingkat hormat)
  • Sono terebi wa tako gozaimasu. Televisi itu mahal. (tingkat paling hormat)
  • Sore wa enpitsu de aru. Itu pensil. (tingkat biasa)
  • Sore wa enpitsu desu. Itu pensil. (tingkat hormat)
  • Sore wa enpitsu de gozaimasu. Itu pensil. (tingkat paling hormat). Karena tidak mengandung kata sifat asli maka penulisan gozaimasu ditambahkan dengan kata "de".
Untuk membentuk kalimat negatifnya, ganti huruf i yang ada pada kata sifat dengan "ku" lalu diikuti oleh :
  • Nai desu >> Untuk kalimat negatif tingkat biasa.
  • Arimasen >> Untuk kalimat negatif tingkat hormat.
Sedangkan untuk membentuk kalimat negatif tingkat paling hormat, aturanya sama dengan pembentukan kalimat positif yang telah saya contohkan diatas. Berikut contohnya.

  • Watashi tachi no uchi wa okiku nai desu. Rumah kami tidak besar. (negatif tingkat biasa)
  • Watashi tachi no uchi wa okiku arimasen. Rumah kami tidak besa. (negatif tingkat hormat)
  • Watashi tachi no uchi wa okiu gozaimasen. Rumah kami tidak besar (negatif tingkat paling hormat)
  • Anata no jitensha wa takaku nai desu. Sepeda kamu tidak mahal. (negatif tingkat biasa)
  • Anata no jitensha wa takaku arimasen. Sepeda kamu tidak mahal. (negatif tingkat hormat)
  • Anata no jitensha wa tako gozaimasen. Sepeda kamu tidak mahal. (negatif tingkat paling hormat)
  • Anohito no boshi wa kuroku nai desu. Topi orang itu tidak hitam. (negatif tingkat biasa)
  • Anohito no boshi wa kuroku arimasen. Topi orang itu tidak hitam. (negatif tingkat hormat)
  • Anohito no boshi wa kuro gozaimasen. Topi orang itu tidak hitam. (negatif tingkat paling hormat) 
Baca selengkapnya

Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7

Cara instal bahasa jepang di windows 7 - Bahasa jepang merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa yang dipelajari oleh orang - orang diseluruh dunia. Banyak yang tertarik mempelajari bahasa jepang karena didasarkan pada faktor kebudayaanya yang unik, industrinya yang maju terutama dibidang elektronik, otomotif, dan film - film animasinya. Pembelajaran bahasa jepang tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan buku saja. Saat ini banyak sekali media - media pendukung yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa jepang, salah satunya yaitu komputer. Dengan komputer seseorang dapat mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan bahasa jepangnya dengan mudah. Apalagi jika komputernya didukung oleh koneksi internet. Di dunia maya banyak sekali orang - orang yang memanfaatkan media sosial seperti facebook, tweeter, ataupun forum - forum sebagai tempat untuk berbagi pengetahuan dan pikiran. Selain itu ada juga orang - orang yang suka menuangkan pikiran, ilmu, dan hal - hal menarik dengan menulis artikel diblog ataupun situs pribadi mereka. Dan khusus bagi teman - teman yang ingin menulis artikel - artikel menariknya dalam tulisan jepang baik Hiragana, Katakana, ataupun Kanji,  berikut ini akan saya jelaskan bagaimana caranya. Agar komputer bisa mengetik dengan huruf jepang maka yang harus kita lakukan yaitu menginstal bahasa tambahan (bahasa jepang) pada windows.

Berikut ini adalah langkah - langkah instalasi bahasa jepang pada komputer yang menggunakan sistem operasi windows 7 :

  • Masuk ke control panel, dengan mengklik start >> control panel
  • Lalu pada bagian Clock, Languange, and Region pilih change keyboards or other input methods seperti screen shot dibawah :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7
  • Maka akan tampil jendela seperti screen shoot dibawah ini 
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7

  • Selanjutnya klik tombol Change Keyboards... maka akan tampil jendela seperti dibawah ini :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7

  • Pada bagian installed services klik tombol Add seperti yang ditunjukan tanda panah diatas. Kemudian cari bahasa jepang dan centang opsi Japanese dan Microsoft IME seperti yang ditunjukan gambar dibawah :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7

  • Jika sudah selanjunya klik tombol OK. maka instalasi bahasa jepang pun selesai. Selanjutnya kita akan coba untuk menulis beberapa kata dalam bahasa jepang. Langkah pertama yaitu silahkan buka microsoft wordnya, Agar kita bisa mengetik dengan menggunakan huruf jepang, maka kita harus mengaktifkan bahasa jepang yang sudah kita instal sebelumnya dengan cara klik pada taksbar bagian kanan bawah dan pilih Japanese. Berikut screen shotnya :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7


  • Sekarang tekan tombol Alt dan ~ pada keyboard atau dengan mengklik lambang A pada taskbar kanan bawah dan pilih Hiragana seperti yang ditunjukan tanda panah pada screen shot dibawah ini :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7


  • Selanjutnya silahkan coba ketikan kata pada bahasa jepang. Dalam contoh kali ini saya akan coba tulis kata arigatou dan saya dalam tulisan jepang. Hasilnya kurang lebih seperti dibawah ini :
Cara Instal Bahasa Jepang di Windows 7

Selamat mencoba!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Baca selengkapnya
Keterangan waktu dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 5)

Keterangan waktu dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 5)

Kata keterangan waktu dalam bahasa jepang - OK Studying japanese kita berikutnya yaitu seputar waktu. Ada beberapa kata keterangan waktu yang sering digunakan dalam percakapan bahasa jepang diantaranya gozen, gogo dan lainya. Gozen artinya pagi sedangkan gogo artinya sore. Gozen dan gogo sering digunakan untuk memperjelas keterangan waktu. 

Kosakata dan Contoh Kalimat

konnichi wa = selamat siang, hello
ohayoo gozaimasu = selamat pagi
konban wa = selamat malam
san = Tuan / Bapak, nyonya, nona
minasan = anda sekalian, kalian semua
Haruto san, ohayoo gozaimasu = Tuan Haruto, selamat pagi

Ogenki desu ka? = Apa kabar?
Genki desu. = Baik - baik saja.
Anata wa? = Dan anda / Bagaimana dengan anda?
Watakushi mo. = Saya juga.
Konban wa. = Selamat sore / selamat malam.
O yasumi nasai = selamat tidur
sayoonara = selamat tinggal.
ohairi nasai = silakan masuk
okake kudasai = silakan duduk
doozo! = silakan!
sumimasen. = maaf, permisi
gomen nasai = maafkan saya
arigatoo gozaimasu = terima kasih
doomo arigatoo gozaimasu = terima kasih banyak
doo itashimashite = terima kasih kembali
Chotto matte kudasai = Tunggu sebentar
Koko e oide nasai! = ayo kemari!
Misete kudasai! = perlihatkanlah!
doozo yoroshiku = senang berkenalan dengan anda
Kitte kudasai = Dengarkan!
Benkyo nasai! = Belajarlah!
Ima nan ji desu ka? = Pukul Berapa sekarang?
go ji desu = Pukul 5.
yo ji desu = Pukul 4.
ippun = satu menit.
nifun = dua menit.
go fun = lima menit.
juu go fun = lima belas menit.
Ichi ji ju ni fun desu. = Pukul 01.12 

Untuk menyatakan kurang digunakan kata mae, dan untuk menyatakan setengah jam digunakan kata han. Berikut contoh kalimatnya

Ichi ji ni fun mae desu. = Pukul satu kurang dua menit.
Ni ji han desu. = Pukul dua lewat tiga puluh menit.


Untuk membedakan antara waktu siang dan malam, maka digunakan :
Gozen = pagi (dari jam 12 malam (Pukul 00.00) sampai dengan jam 12 siang.
Gogo = Sore (dari jam 12 siang sampai dengan pukul 12 malam (Pukul 24.00).

Gozen shichi ji han desu. = Pukul 07.30 pagi.
Gogo shichi ji han desu. = Pukul 07.30 malam.
ichi ji kan = 1 jam
ni ji kan = 2 jam
san ji kan = 3 jam
yo ji kan = 4 jam
go ji kan = 5 jam
juugo ji kan = 15 jam

ichibyoo = 1 detik
nibyoo = 2 detik 
sanbyoo = 3 detik
gobyoo = 5 detik
sanjuubyoo = 30 detik
nijuubyoo kan = 20 detik lamanya


roku byoo kan = 6 detik lamanya

Note :

  • Jika tulisan dalam artikel ini berbentuk kotak - kotak, silahkan instal dulu bahasa jepang / asia dikomputer anda (lihat disini).
Baca selengkapnya
Sistem Bilangan, Hari , Bulan dan Tanggal dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 4)

Sistem Bilangan, Hari , Bulan dan Tanggal dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 4)

Aturan sistem bilangan, hari, bulan, dan tanggal dalam bahasa jepang - Postingan kali ini yaitu tentang bagaimana penerapan bilangan terhadap kata hari, bulan, dan tanggal dalam bahasa jepang. Sebenarnya perubahanya tidak terlalu signifikan, hanya ada beberapa penambahan, dan perubahan. OK langsung saja lihat TKP dibawah :


Bilangan :
ichi = 1
ni = 2
san = 3
shi / yon = 4
go = 5
roku = 6
shichi = 7
hachi = 8 
ku / kyu = 9
juu = 10
juu ichi = 11
juu ni =12
juu san = 13
juu shi / juu yon =14
juu go = 15
juu roku = 16
juu shichi = 17
juu hachi = 18
juu ku = 19 
ni juu = 20
ni juu ichi = 21
ni juu ni = 22
ni juu san = 23
ni juu yon / ni juu shi = 24
ni juu go = 25
ni juu roku = 26
ni juu shichi = 27
ni juu hachi = 28
ni juu ku = 29
san juu = 30
san juu ichi = 31
san juu ni = 32
san juu san = 33
san juu shi / san juu yon = 34
san juu go = 35
san juu roku = 36
san juu shichi / san juu nana = 37
san juu hachi = 38
san juu ku = 39
yon juu = 40
yon juu ichi = 41
yon juu ku = 49
go juu = 50
roku juu = 60
shichi juu = 70 
hachi juu = 80
kyu juu = 90
hyaku = 100
hyaku ichi = 101
nihyaku = 200
sambyaku = 300
yonhyaku = 400
gohyaku = 500
roppyaku = 600
shichi hyaku / nana hyaku = 700
sen = 1000
ni sen = 2000
san sen = 3000
yon sen / shi sen = 4000
go sen = 5000
roku sen = 6000
ichi man = 10.000
ni man = 20.000
san man = 30.000
go man = 50.000
juu man = 100.000
hyaku man = 1.000.000

Nama Hari dalam Bahasa Jepang

Nichiyobi = Minggu
Getsuyobi = Senin
Kayobi = Selasa
Suiyobi = Rabu
Mokuyobi = Kamis
Kinyobi = Jum'at
Doyobi = Sabtu

Nama Bulan dalam Bahasa Jepang

Ichi gatsu = Januari 
Ni gatsu = Februari
San gatsu = Maret 
Shi gatsu = April 
Go gatsu = Mei 
Roku gatsu = Juni 
Shichi gatsu = Juli
Hachi gatsu = Agustus
Ku gatsu = September
Ju gatsu = Oktober
Ju ichi gatsu = November
Ju ni gatsu = Desember

Kyoo = hari ini
Kyoo wa nan yoobi desu ka? = Hari ini hari apa?
Getsuyobi desu. = Hari senin.
Kyoo wa nan nichi desu ka? = Hari ini tanggal berapa?
Ichi nichi / Tsuitachi = Tanggal 1
futsuka = Tanggal 2
Mikka = Tanggal 3
Yokka = Tanggal 4
Itsuka = Tanggal 5
Muika = Tanggal 6
Nanuka = Tanggal 7
Yooka = Tanggal 8 
Kokonoka = Tanggal 9
Tooka = Tanggal 10
Ju ichi nichi = Tanggal 11
Ju ni nichi = Tanggal 12
Ju san nichi = Tanggal 13
Ju yokka = Tanggal 14
Ju go nichi = Tanggal 15
Ju roku nichi = Tanggal 16 
Ju shichi nichi = Tanggal 17
Ju hachi nichi = Tanggal 18
Ju ku nichi = Tanggal 19 
Hatsuka = Tanggal 20
Ni ju ichi nichi = Tanggal 21
Ni ju nichi = Tanggal 22
Ni ju sam nichi = Tanggal 23
Ni ju yokka = Tanggal 24
Ni ju go nichi = Tanggal 25
Ni ju roku nichi = Tanggal 26
Ni ju shichi nichi = Tanggal 27
Ni ju hachi nichi = Tanggal 28
Ni ju ku nichi = Tanggal 29
San ju nichi = Tanggal 30 
San ju ichi nichi = Tanggal 31

ni gatsu futsuka desu = tanggal 2 februari
Kyoo wa nan nichi desu ka? = hari ini tanggal berapa?
Kyoo wa go gatsu hatsuka desu. = hari tanggal 20 mei.
ju ichi gatsu ni ju yokka desu. = tanggal 24 november.
roku gatsu tooka desu. = tanggal 9 juni

Latihan Pelajaran 4 :
1. Empat puluh enam.
2. Empat ratus tujuh puluh dua.
3. Dua ribu lima ratus sembilan puluh delapan.
4. Hari ini tanggal 21 september.
5. Hari ini hari apa?
6. Hari kamis.

Jawaban Latihan Pelajaran 4 :
1. Yon juu roku.
2. Yon hyaku shichi juu ni.
3. Ni sen go hyaku kyu juu hachi.
4. Kyoo wa Ni ichi nichi ku gatsu desu.
5. Kyoo wa nan yoobi desu ka?
6. Doyobi desu.

Note :
  • Jika tulisan dalam artikel ini berbentuk kotak - kotak, silahkan instal dulu bahasa jepang / asia dikomputer anda (lihat disini).
Baca selengkapnya
Penggunaan kata kono, ano, dan sono dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 3)

Penggunaan kata kono, ano, dan sono dalam Bahasa Jepang (Pelajaran 3)

Aturan penggunaan kata kono, ano, dan sono dalam bahasa jepang - Postingan kali ini saya akan jelaskan perbedaan antara kata kono, ano, sono dengan kore, are, dan sore berserta cara penggunaanya dalam kalimat bahasa jepang.

kono = ini
ano = itu (jauh) / sana
sono = itu (dekat) / situ

Berbeda dengan kata are, kore, dan sore, ano, sono, dan kono dipakai untuk menunjukan benda dan dipakai didepan benda yang ditunjuk. Kono, ano dan sono tidak bisa berdiri sendiri. singkat kata, penggunaanya harus diikuti oleh kata benda. Berikut contohnya :


Kono hon = buku ini
Ano jidosha = mobil itu
Sono pen = pena itu
Ano otoko no ko wa otooto desu = anak laki - laki itu adalah adik saya.
Kono naifu wa dare no desu ka? = pisau ini punya siapa?
Kono kami wa anata no desu ka? = kertas ini punya kamu?
Hai, soo desu. = Ya, benar.
Sore wa watashi no desu. = Itu punya saya.
Ano otoko no ko wa anata no okosan desu ka? = anak laki - laki itu anak andakah?
Hai, soo desu. = Ya, benar.
Okii = besar.
Chiisai = kecil.
Anata no uchi wa okii desu ka? = Rumah kamu besarkah?
Hai, okii desu. = Ya, besar.
Watashi tachi no uchi wa chiisai desu. = rumah kami kecil.
Ano okii uchi wa dare no desu ka? = rumah besar itu punya siapa?
Shizuka no desu. = punya nona Shizuka.
Kirei = cantik, indah.
Anata wa kire desu. = Anda cantik.
Ano onna wa kirei desu. = perempuan itu cantik.
Ano onna wa watashi no tomodachi no koibito desu. = perempuan cantik itu pacar teman saya.
Taihen = sangat (untuk yang menyenangkan).
Ano onna no ko wa taihen kirei desu. = anak perempuan itu cantik sekali.
Naka - naka = sangat (untuk yang tidak menyenangkan)
Takai = mahal
Yasui = murah

Kono jidosha wa naka - naka takai desu. = mobil ini sangat mahal.
Kono ikutsu wa takaku arimasen = sepatu ini tidak mahal.
Ano ikutsu wa yasui desu ka? = apakah sepatu itu murah?
Kono hon wa takai desu. = buku ini mahal.
Are mo takai desu ka? = Apakah itu mahal juga?
Kore wa yasui desu. = ini murah.

Warna :
Kuroi = hitam
Shiroi = putih
Akai = merah
Midori = hijau
Chairo = coklat
Kiiro = kuning
Aoi = biru
momoiro = merah muda / pink
murasaki = ungu
nezumiiro = abu - abu 
iro = warna

Contoh kalimat :
Nan no iro = warna apa
Anata no jidosha wa nan no iro desu ka? = mobil kamu warna apa?
Aoi desu = biru.
Watashi no jidosha wa midori desu. = mobil saya hijau.

Latihan Pelajaran 3 :
1. Mobil ayah kami warna biru.
2. Bunga itu sangat cantik.
3. Anjing hitam itu punya guru kami.
4. Pensil kamu warna apa?
5. Pensil saya warna hitam.
6. Kamar ini sangat kecil.
7. Itu putra saya.
8. Rumah teman saya sangat besar.
9. Kamus kamu mana?
10. Rumah ini punya tuan Saito.

Jawaban Latihan Pelajaran 3 :
1. Watashi tachi no chichi no jidosha wa aoi no iro desu
2. Ano hana wa taihen kirei desu.
3. ano kuroi inu wa watashi tachi no sensei no desu.
4. Anata no enpitsu wa nan no iro desu ka?
5. Watashi no enpitsu wa kuroi no iro desu.
6. Kono heya wa naka - naka chiisai desu.
7. Are wa watashi no musuko desu.
8. Watashi no tomodachi no uchi wa taihen okii desu.
9. Anata no jibiki wa doko desu ka?
10. Kono uchi wa Saito san no desu.
Baca selengkapnya

Penggunaan kata ni dalam kalimat bahasa jepang (Pelajaran 2)

Cara atau aturan penggunaan kata ni dalam kalimat bahasa jepang - Halo teman - teman semua pada postingan kali ini saya akan share tutorial bagaimana cara penggunaan kata ni dalam kalimat bahasa jepang beserta contoh kalimatnya.

Kosakata :
- watashi (watakushi)  = saya, aku
- anata  = anda, kamu
- anohito  = dia, orang itu
- watashi-tachi  = kami, kita
- anohito-tachi  = mereka, orang - orang itu
- watashi no  = kepunyaan saya
- anata no  = kepunyaan kamu
- anohito no  = kepunyaan dia, kepunyaan orang itu
- watashi tachi no  = kepunyaan kami, kepunyaan kita
- anohito tachi no  = kepunyaan mereka
- tomodachi no  = kepunyaan teman
- watashi no tomodachi no  = kepunyaan teman saya
- chichi  = ayah saya
- haha  = ibu saya
- chichi no  = kepunyaan ayah saya
- haha no  = kepunyaan ibu saya
- dare  = siapa
- dare no  = kepunyaan siapa, milik siapa
- donata  = siapa
- doko  = mana
- koko ni  = di sini
- asoko ni  = di sana (jauh)
- soko ni   = di sana (dekat), di situ
- namae  = namae


Berikut contoh kalimat dalam bahasa jepangnya :
Watashi wa himura desu. = Saya bernama himura / nama saya himura.
O-namae wa nan desu ka? = Siapa nama anda? / nama anda siapa?
watashi wa haruto desu. = Saya bernama haruto / saya haruto
Haji memashite. = Selamat berkenalan / salam kenal
Anata wa donata desu ka ? = Anda siapa?
Watashi wa kagome desu. = Saya kagome.
Anohito wa donata desu ka? = Dia siapa? / orang itu siapa?
Watashi no tomodachi desu. = Teman saya.
Anohito wa anata no otoosan desu ka? = Apakah orang itu ayah anda?
Iie, de wa arimasen / Ja nai = Tidak, bukan.
Dare desu ka? = Siapakah?
Anohito wa watashi no sensei desu. = Dia adalah guru saya / Orang itu guru saya.
Are wa anata no jidosha desu ka? = Apakah itu mobil anda?
Hai, soo desu. = Ya, benar.
Kore wa dare no jitensha desu ka? = Ini sepeda siapa?
Watashi no desu = Kepunyaan saya.
Are wa dare no uchi desu ka? = Itu rumah siapa?
Andi san no desu. = Kepunyaan Tuan andi.
Anata no uchi wa doko desuka? = Rumah anda dimana?
Watashi no uchi wa asoko ni arimasu. = Rumah saya ada di sana.
Are wa dare no jidosha desuka? = Itu mobil kepunyaan siapa?
Andi san no desu. = Kepunyaan Tuan andi.
Anohito wa Budi san no okusan desu. = Dia itu istri Tuan Andi.
Anata no sensei wa dare desu ka? = Guru anda siapa?
Andi san desu. = Tuan andi.
Sore wa watashi no de wa arimasen / ja nai = Itu bukan punya saya.
Are wa anata no jibiki desu ka? = Apakah itu kamus kamu?
Hai, watashi no desu. = Ya, punya saya.
Anata no jibiki wa doko desu ka? = Kamus kamu mana?
watashi no jibiki wa uchi ni arimasu. = kamus saya ada di rumah.

Penggunaan kata ni

Bila kata ni dipakai maka desu harus diganti dengan arimasu untuk benda mati. Untuk benda hidup seperti orang dan hewan dipakai imasu.
Contoh :

Anata no otoosan wa doko desu ka?   = Ayah kamu mana?
Chichi wa uchi ni imasu.  = Ayah saya di rumah.
ima   = sekarang
ima, watashi tachi wa uchi ni imasu.  = sekarang, kami berada di rumah.
ima, watashi wa Jakaruta ni imasu   = sekarang, saya berada di Jakarta.

Latihan Pelajaran 2.
1. Apakah anda guru?
2. Saya bukan guru.
3. Ini topi kamu?
4. Ya, betul.
5. Tuan Yamada di surabaya.
6. Itu rumah siapa?
7. Itu rumah Pak mario.
8. Apakah itu surat kabar?
9. Itu rumah kami.
10. Rumah kami di Nagoya.
11. Itu surat saya.
12. Ibu kamu mana?
13. Ibu saya di rumah.
14. Ini teman saya.
15. Teman saya bernama Naruto.
16. Apakah orang itu ibu kamu?

Jawaban latihan pelajaran 2.
1. Anata wa sensei desu ka? = あなた は せんせい ですか。
2. Watashi wa sensei de wa arimasen. = わたし は せんせい [先生] では ありません。
3. Kore wa anata no boshi desu ka? = これ は あなた の ぼうし ですか。
4. Hai, soo desu. = はい、そう です。
5. Yamada san wa surabaya ni imasu. = やまだ[山田] さん は スラバヤ に います。
6. Are wa dare no uchi desu ka? = あれ は だれ の うち ですか。
7. Are wa Mario san no uchi desu. = あれ は マリオ さん の うち です。
8. Are wa shinbun desu ka? = あれ は しんぶん ですか。
9. Are wa watashi tachi no uchi desu. = あれ は わたしたち の うち です。
10. Watashi tachi no uchi  wa Nagoya ni arimasu. = わたしたち の うち は なごや [名古屋]   に あります。 
11. Are wa watashi no tegami desu. = あれ は わたし[私] の てがみ です。
12. Anata no okaasan wa doko desu ka? = あなた の おかあさん は どこ ですか。
13. Haha wa uchi ni imasu. = はは は うち に います。
14. Kore wa watashi no tomodachi desu. = これ は わたし[私] の ともだち です。
15. Watashi no tomodachi wa Naruto desu. = わたし[私] の ともだち は ナルト です。
16. Anohito wa anata no okaasan desu ka? =  あのひと は あなた の おかあさん ですか。

Note :
  • Jika tulisan dalam artikel ini berbentuk kotak - kotak, silahkan instal dulu bahasa jepang / asia dikomputer anda atau silahkan klik disini untuk melihat cara instalasi bahasa jepang.
  • Huruf yang bercetak tebal dalam kurung adalah penulisan dalam bentuk kanji.
  • Jika tulisanya tidak beraturan seperti gambar dibawah :
Belajar Bahasa Jepang (Pelajaran 2)

  • Silahkan klik tombol "Perlihatkan laman asli" seperti yang ditunjukan oleh panah bagian atas agar hasil tampilan artikel menjadi seperti dibawah ini :
Belajar Bahasa Jepang (Pelajaran 2)

  • Sebenarnya yang membuat tulisan tidak teratur seperti tampilan diatas yaitu dikarnakan proses penerjemahan page yang dilakukan oleh browser google chrome.
  • Opsi lainnya silahkan hilangkan settingan penerjemahan laman pada browser google chrome dengan cara klik daftar menu dibagian kanan lalu klik Setelan atau settingan, lalu tarik scroll kebawah dan klik Tampilkan setelan lanjutan lalu pada bagian bahasa hilangkan tanda centang pada tulisan "Tanya apakah laman yang tidak saya pahami ingin diterjemahkan". and finish.
Baca selengkapnya

Belajar Bahasa Jepang (Pelajaran 1)

Belajar bahasa jepang - Berhubung ini adalah postingan pertama tentang belajar bahasa jepang. Maka dalam tahap awal ini kita hanya akan membahas dasar - dasar dari bahasa jepang terlebih dahulu seperti huruf yang digunakan, perubahan bentuk huruf, perubahan bunyi pada huruf, cara pengucapan, dan contoh kalimat sederhana.  Dalam bahasa jepang ada 3 jenis huruf yang digunakan dalam penulisan bahasanya yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Dari ketiga jenis huruf tersebut huruf kanjilah yang paling sulit untuk dipelajari. Jumlahnya yang banyak menjadikan kanji sebagai tantangan terberat dan tanjakan terjal yang paling sulit untuk dilalui. Namun beranjak dari itu semua tetap saja semangat dan usaha yang menjadi penentunya. Siapa yang mempunyai semangat dan usaha yang lebih maka dialah yang akan berhasil.

Sebenarnya untuk bisa berbicara bahasa jepang, kanji bukanlah syarat mutlaknya melainkan penguasaan kosakata dan pola kalimat yang benar. Sedikit tambahan dari admin, admin recomendasikan sebuah software yang patut untuk teman - teman coba kehandalanya. Mungkin dengan bantuan software ini, proses studying japanese/belajar bahasa jepang bisa menjadi lebih mudah, cepat, dan efiesien. Nama softwarenya yaitu "Rosetta Stone". Software ini adalah software yang digunakan untuk mempelajari berbagai macam bahasa didunia. Software ini tidak hanya menampilkan teks saja namun disertakan dengan gambar, sehingga setiap pelajaranya mudah untuk diingat. Selain itu kita juga dipandu untuk mengucapkan setiap katanya dengan benar. Dari pengalaman yang telah admin lalui hasilnya amaizing, amaizing, and amaizing. Pokoknya double jempol buat "Rosetta Stone". Untuk info lebih lengkap mengenai software tersebut silahkan kunjungi situs resminya.



Berikut ada beberapa tips dari admin zonaotentics agar cepat menguasai bahasa jepang:
  • Kuasai Huruf kana (Hiragana dan Katakana).
  • Kuasai Pola pembentukan kalimat / Grammarnya bahasa jepang.
  • Kuasai kosakata yang banyak.
  • Tingkatkan kemampuan mendengar.
  • Terapkan dalam kehidupan sehari - hari.
  • Mulailah dari yang sederhana dan jangan langsung loncat ke tahap difficult/high level. 
Huruf yang digunakan dalam menulis bahasa jepang :

a. Huruf Kanji

Huruf kanji ini adalah jenis huruf yang berupa gambar pengertian - bukan berwujud gambar bunyi. Jumlah kanji yang tercatat untuk saat ini kurang lebih 2500 kanji. 

b. Huruf Kana

Huruf kana ini adalah jenis huruf yang berupa gambar suku kata . Huruf jenis ini terdiri atas 2 macam yaitu huruf hiragana dan huruf katakana (huruf katakana biasa digunakan untuk kata yang bersifat serapan dari bahasa asing) .


Hiragana :

あ い う え お
a      i     u     e     o

か き く け こ
ka    ki    ku  ke   ko

さ し す せ そ
sa   shi   su    se    so

た ち つ て と
ta    chi   tsu  te    to

な に ぬ ね の
na   ni    nu    ne    no

は ひ ふ へ ほ
ha   hi     fu    he    ho

ま み む め も
ma  mi    mu  me   mo

や   ゆ   よ
ya          yu           yo

ら り る れ ろ
ra   ri    ru    re    ro

わ   を   ん
wa         wo         n


Katakana :

ア イ ウ エ オ
a      i      u     e      o

カ キ ク ケ コ
ka    ki   ku  ke   ko

サ シ ス セ ソ
sa    shi   su    se    so

タ チ ツ テ ト
ta    chi   tsu  te   to

ナ ニ ヌ ネ ノ
na   ni     nu   ne   no

ハ ヒ フ ヘ ホ
ha   hi    fu    he   ho

マ ミ ム メ モ
ma  mi   mu  me  mo

ヤ   ユ  ヨ
ya           yu       yo

ラ リ ル レ ロ
ra   ri    ru    re    ro

ワ   ヲ  ン
wa          wo       n

Partikel

Bahasa Jepang mempunyai banyak partikel, yaitu butir - butir kata. Antara lain, partikel wa. Partikel wak dipakai dibelakang kata nama benda atau pengganti nama yang  menjadi pokok kalimat. Wa itu tidak mempunyai arti tertentu.

desu diucapkan (des)
Desu adalah kata penghubung yang ditempatkan di ujung kalimat.

Ka
Ka adalah sebuah partikel yang dipakai di ujung kalimat pada kalimat tanya. Partikel ka itu selain membentuk struktur kalimat menjadi kalimat tanya, ka juga sebagai pengganti tanda (?) yang biasa dipakai pada kalimat tanya bahasa lain.

de wa arimasen
Di atas sudah dijelaskan tentang desu. Sebetulnya desu tersebut berasal dari de arimasu diucapkan (de arimas). Maka pada kalimat negatif (menidakkan) desu berubah menjadi de wa arimasen, diucapkan (de wa arimaseng).

Jika Anda sudah memahami penjelasan di atas, Anda sudah bisa mulai praktek seperti contoh dibawah ini.

Kore wa nan desu ka? = ini apa?
Hon desu = buku.
Sore wa hon desu. = itu buku.
Kore wa hon desuka? = Apakah ini buku?
Hai, soo desu = Ya, benar.
Are wa nan desu ka? = Itu apa?
Tokei desu. = Jam.
Are wa e desu ka? = Apakah itu lukisan?
Iie, de wa arimasen. = Tidak, bukan.
Are wa e de wa arimasen = Itu bukan lukisan.
Are wa tokei desu. = Itu jam

Dan selanjutnya adalah penggunaan kata mo. Mo berarti juga dan mo menggantikan kedudukan wa. Maksudnya, jika ada mo, maka wa dihilangkan. berikut contohnya.

Kore wa isu desu. = ini kursi.
Are mo isu desu = Itu juga kursi.
Sore mo isu desu ka? = Apakah itu kursi juga?
Hai, soo desu. = Ya, betul.
Kore mo isu desu ka? = Apakah ini juga kursi?
Iie, de wa arimasen. = Tidak, bukan.
Are wa nan desu ka? = Itu apa?
Neko desu. = Kucing.
Kore mo neko desu ka? = Apakah ini kucing juga?
Iie, sore wa inu desu. = Tidak, itu anjing.
Sore wa teeburu desu. = Itu meja.
Are mo teeburu desu. = Itu juga meja.
Kore wa teeburu de wa arimasen. = Ini bukan meja.

Berikut adalah beberapa contoh penulisan kalimat bahasa jepang :
1. Apakah itu selimut ? = Are wa moofu desuka ?
2. Tidak, bukan. = Iie, de wa arimasen.
3. Itu bukan selimut. = Are wa moofu de wa arimasen.
4. Itu bendera. = Are wa hata desu.
5. Apakah itu pisau? = Are wa naifu desuka?
6. Ya, betul. = Hai, soodesu.
7. Itu pisau. = Are wa naifu desu.
8. Ini juga pisau. = Kore mo naifu desu.
9. Itu lukisan . = Are wa e desu.
10. Ini apa? = Kore wa nan desuka?
11. Apakah ini pena? = Kore wa mannenhitsu desuka?
12. Ya, benar. = Hai, soodesu.
13. Itu pena. = Are wa mannenhitsu desu.
14. Apakah itu juga pena? = Are mo mannenhitsu desuka?
15. Tidak, bukan = Iie, de wa arimasen.
16. Apakah itu majalah? = Are wa zasshi desuka?
17. Tidak, bukan. = Iie, de wa arimasen.
18. Ini surat kabar. = Kore wa shinbun desu.
19. Ini bukan majalah. = Kore wa zasshi de wa arimasen.
20. Itu juga bukan majalah. = Are mo zasshi de wa arimasen.

Untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahasa jepang cobalah pelajari pola - pola kalimat dibawah ini :

Pola Kalimat ぶんけい(文型)

1. わたしは ラオです。
   Saya RAO.

2. ナロンさんは にほんじん(日本人)では ありません。
           Tuan NARON bukan orang JEPANG.

3. アリさんは けんしゅうせい(研修生) ですか。
          Apakah tuan ARI mahasiswa asing (siswa magang).

4. リーさんも けんしゅうせい(研修生)です。
          Tuan Lee juga mahasiswa asing (siswa magang).

Contoh Kalimat れいぶん(例文)

1. あなたは ラオさんですか。
          Apakah anda tuan RAO?
   。。。はい、[わたしは] ラオです。
   ......... Ya, saya RAO.
   。。。いいえ、[わたしは] ラオでは ありません。
           ......... Tidak, saya bukan RAO.

2. ナロンさんは インドネシアじん[人]ですか。
           Apakah tuan NARON orang INDONESIA?
   。。。いいえ、インドネシアじん[人]では ありません。 タイじん[人]です。
           ........ Tidak, bukan orang INDONESIA. orang THAILAND.

3. マリオさんも タイじん[人]ですか。
          Apakah tuan MARIO juga orang THAILAND?
   。。。いいえ、マリオさんは フイリピンじん[人]です。
          ......... Tidak, tuan MARIO orang PHILIPINA.

4. あの ひと[人]は だれですか。
          Orang itu siapa?
   。。。ラオさんです。
          Tuan RAO.

5. ラオさんは けんしゅうせい[研修生]ですか。
          Apakah tuan RAO mahasiswa asing (siswa magang)?
   。。。はい、とうきょう[東京]でんき[電気]の けんしゅうせい[研修生]です。
          ......... Ya, mahasiswa asing (siswa magang) bagian kelistrikan dari TOKYO.

6. たなか[田中]さんは なんさい[何歳]ですか。
          Tuan TANAKA umurnya berapa tahun?
   。。。28 さい[歳] です。

Percakapan かいわ [会話]
Perkenalan しょうかい [紹介]

たなか [田中] :みな[皆]さん、おはよう ございます。
        Selamat pagi semuanya.
        わたしは たなか [田中] です。
                            Saya  Tanaka.
        どうぞ よろしく。
                            Senang berkenalan dengan anda.
ラオ     :はじめまして。
                           Perkenalkan.
        わたしは インドの ラオです。
                            Saya RAO dari india.
        とうきょうでんき[東京電気] の けんしゅうせい [研修生] です。
                            Mahasiswa asing (siswa magang) dari bagian kelistrikan Tokyo/dari Tokyo Elektrik.
        せんもん [専門] は コンピューウター です
                            Jurusan/spesialisasi komputer.
        どうぞ よろしく。
                            Senang berkenalan dengan anda.
       

Note :
  • Jika tulisan dalam artikel ini berbentuk kotak - kotak, silahkan instal dulu bahasa jepang / asia dikomputer anda atau silahkan klik disini untuk melihat cara instalasi bahasa jepang.
  • Huruf yang bercetak tebal dalam kurung adalah penulisan dalam bentuk kanji.
  • Jika tulisanya tidak beraturan seperti gambar dibawah :
Belajar Bahasa Jepang (Pelajaran 1)

  • Silahkan klik tombol "Perlihatkan laman asli" seperti yang ditunjukan oleh panah bagian atas agar hasil tampilan artikel menjadi seperti dibawah ini :
Belajar Bahasa Jepang (Pelajaran 1)

  • Sebenarnya yang membuat tulisan tidak teratur seperti tampilan diatas yaitu dikarnakan proses penerjemahan page yang dilakukan oleh browser google chrome.
  • Opsi lainnya silahkan hilangkan settingan penerjemahan laman pada browser google chrome dengan cara klik daftar menu dibagian kanan lalu klik Setelan atau settingan, lalu tarik scroll kebawah dan klik Tampilkan setelan lanjutan lalu pada bagian bahasa hilangkan tanda centang pada tulisan "Tanya apakah laman yang tidak saya pahami ingin diterjemahkan". and finish.
Baca selengkapnya