Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Sunday, June 16, 2013

Tutorial Cisco Paket Tracer

Cara Penggunaan Cisco Paket  Tracer Dalam Merancang Simulasi Jaringan

Pada postingan kali ini kita akan membuat sebuah logical network diagram (topologi) dengan menggunakan 3 PC, sebuah hub, dan dihubungkan dengan kabel straight-through. 

Langkah Kerja

  • Buka aplikasi packet tracer dengan cara mengklik klik icon cisco paket tracer di desktop. Setiap ingin memulai merancang topologi jaringan di packet tracer, pastikan bahwa kita bekerja di Logical dan Realtime Mode. Perhatikan tanda panah merah pada gambar dibawah :

Tutorial Cisco Paket Tracer

Perhatikan sudut kiri bawah dari layar packet tracer (Network Component Box) menampilkan ikon ikon yang merepresentasikan kategori device atau grup, seperti Routers, Switches, atau End Devices. Berikut preview gambarnya :

Tutorial Cisco Paket Tracer

Saat Anda klik mouse pada sebuah kategori device akan memperlihatkan opsi yang spesifik di tampilan pada menu kanannya


  • Pilih End Devices di Network Component Box. Drag dan drop 3 Generic PC ke Logical Workspace (layar kerja).
  • Pilih Hubs di Network Component Box. Tambahkan sebuah Generix Hub ke topologi network.
  • Pilih Connections di Network Component Box dan pilih kabel straight- through. Klik pada host pertama (PC0) dan assign (masukan) kabel ke FastEthernet connector. Klik pada hub dan koneksikan kabel ke Port 0.
  • Ulangi langkah tersebut untuk semua PC (PC1 => Port 1 and PC2 => Port 2). Aka nada green dots (titik-titik hijau) antara sambungan di kedua komponen di tiap koneksi kabel. Ini mengindikasikan bahwa link dalam kondisi up (terhubung). Jika tidak, cek lagi tipe kabel yang Anda pilih. Berikut preview gambarnya :

Tutorial Cisco Paket Tracer

Note : Untuk men-delete sebuah device atau connection di Packet Tracer, Klik pada Delete Tool dan Kemudian klik pada item yang ingin Anda delete. Anda juga bisa menekan keyboard Delete untuk mengaktifkan fungsi delete dan kemudian klik pada device  yang ingin Anda delete.

Langkah selanjutnya yaitu konfigurasi host name dan IP address di tiap PC.


  • Klik pada PC0, akan terbuka sebuah window baru, kurang lebih seperti gambar dibawah

Tutorial Cisco Paket Tracer

  • Pilih tab Config, lalu ganti bagian Display Name  pada gambar diatas menjadi PC-A.
  • Pilih tab Desktop, lalu klik IP Configuration. Kurang lebih seperti gambar dibawah :


Tutorial Cisco Paket Tracer


  • Assign (masukan) IP address 192.168.1.1 dan subnetmask 255.255.255.0. berikut preview gambarnya :


Tutorial Cisco Paket Tracer

  • Setelah selesai tutup window tersebut.
  • Lakukan konfigurasi yang sama pada PC1, klik PC1 dan pilih tab Config. Ganti Display Namemenjadi PC-B. Berikut preview gambarnya :


Tutorial Cisco Paket Tracer

  • Pilih tab Desktop, lalu klik IP Configuration. Assign (masukan) IP address 192.168.1.2 dan subnet mask 255.255.255.0. Kemudian tutup window tersebut. Berikut preview gambarnya :


Tutorial Cisco Paket Tracer


  • Klik pada PC2 dan pilih tab Config. Ganti Display Name menjadi PC-C. Pilih tab Desktop, lalu klik IP Configuration. Assign (masukan) IP address 192.168.1.3 dan subnet mask 255.255.255.0. Kemudian tutup window tersebut. Berikut preview gambarnya :


Tutorial Cisco Paket Tracer

Tutorial Cisco Paket Tracer


Agar mudah mengingat IP address yang sudah Anda assign (masukan) di tiap host, tambahkan informasi di tiap host tersebut dengan menggunakan Place Note tool yang ada dibagian kanan jendela Cisco Paket Tracer. Berikut preview gambarnya :

Tutorial Cisco Paket Tracer

Note : Untuk mengganti display name di tiap network component  di workspace, bisa juga dengan mengklik display name dari tiap komponen tersebut .

Langkah selanjutnya yaitu lakukan ping IP address
Ping adalah sebuah utilitas untuk menguji konektivitas IP antar host.
  • Untuk menguji apakah host PC- A sudah terhubung  dengan PC-C. Klik pada PC-A dan pilih tab Desktop, lalu klik Command Prompt. Ketikkan ping 192.168.1.3 lalu tekan Enter. Jika muncul pesan “Reply from 192.168.1.3: bytes=32 time=94ms TTL=128” berarti PC-A dan PC-C sudah bisa saling berkomunikasi. Berikut preview gambarnya :
Tutorial Cisco Paket Tracer

  • Silahkan dilakukan pengujian konektivitas pada host lainnya. GOOD LUCK.....
























Baca selengkapnya

Wednesday, June 12, 2013

Pengkabelan

DASAR TEORI

Peralatan Jaringan dan Pengkabelan

a. Kabel UTP

Kabel UTP merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lainnya atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk suatu jaringan. Kepanjangan dari kabel UTP adalah "Unshielded Twisted Pair". Sebelum kita membuat sebuah jaringan yg berskala besar atau kecil, kita harus mengetahui teknik dasar dari pengkabelan. Dalam dunia jaringan, dikenal beberapa jenis kabel UTP yang sering digunakan. Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan kategori kabel.
Kategori Kabel :
-  Kategori 1 : Untuk koneksi suara / sambungan telepon/telpon.
-  Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps.
-  Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps.
-  Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps.
-  Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps
Pada umumnya jenis kabel yang banyak digunakan untuk membentuk sebuah jaringan komputer adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) kategori 5. Kabel ini dikoneksikan memakai konektor RJ-45, untuk dipasangkan pada LAN card yang dimiliki PC ataupun Switch/hub. Kabel UTP kategori 5 yaitu satu kabel dengan isi delapan, masing-masing pasang di pelintir untuk mengurangi induksi.

Pengkabelan UTP
Dalam kabel UTP Kategori 5 urutan pengkabelannya yang standart berupa :
PIN  Warna Kabel  Signal
1  Putih Orange  Transmit (-)
2  Orange  Transmit (+)
3  Putih Hijau  Receive (-)
4  Biru  Tidak Digunakan
5  Putih Biru  Tidak Digunakan
6  Hijau  Receive (+)
7  Putih Coklat  Tidak Digunakan
8  Coklat  Tidak Digunakan

Tabel  1
Ada dua istilah yang digunakan dalam teknik pengkabelan jaringan ini, yaitu:
1. Straight Cable ( Kabel Lurus )
2. Crossover Cable ( Kabel Silang )
Penggunaan crossed cable dan straight cable secara umum diperlihatkan pada diagram berikut:

Pengkabelan UTP

Diagram di atas memperlihatkan bahwa crossed cable digunakan untuk menghubungkan dua PC tanpa menggunakan Hub/Switch atau menghubungkan antar dua Hub/Switch, sedangkan straight cable digunakan untuk menghubungkan PC ke Hub/Switch.

b.Konektor RJ-45


Pengkabelan UTP
Konektor ini digunakan sebagai alat penghubung antara Kabel UTP dan LAN Card atau HUB/Swicth HUB/Router

c. Tang Crimping


Pengkabelan UTP
Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya.

d. LAN Tester


Pengkabelan UTP
LAN Tester adalah alat yg digunakan untuk memeriksa kondisi kabel UTP yang telah terpasang RJ-45 yang telah (telah di-crimp). Memeriksa benar tidaknya sambungan kabel.

Susunan Kabel
Susunan pengkabelan jaringan (urutan warna kable UTP) mempunyai aturan yang tertentu, sehingga dalam memasang konektor RJ45 ke ujung kabel tidak bisa sembarangan.


  • Susunan Kabel Straight


Pengkabelan UTP

  • Susunan Kabel Cross


Pengkabelan UTP
pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”


CONTOH KERJA :
PREPARING ALAT DAN BAHAN
1. 2 buah kabel UTP kategori 5 ( @ 2 meter ).
2. 4 buah konektor RJ-45
3. 1 buah Tang Crimping
4. 1 buah LAN Tester

LANGKAH KERJA
Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat kabel jaringan yaitu:
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu kabel UTP, konektor RJ-45, tang krimping dan LAN tester.
2. Kupas jaket dari kabel UTP menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
3. Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap- tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
4. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi cross dan straight lalu sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.
5. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang konektor.

6. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.
7. Lakukan tes dengan LAN Tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan. Jika semua lampu indikator menyala sesuai susunan masing- masing kabel Cross/Straight berarti semua bagian kabel sudah terpasang dengan benar. Namun, kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi
menggunakan tang crimping. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.

HASIL DAN KESIMPULAN
1. Pada umumnya jenis kabel yang banyak digunakan untuk membentuk sebuah jaringan komputer adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) kategori 5. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair soalnya di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Kategori 5 bisa untuk transmisi data sampai 100 mbps. Kabel ini dikoneksikan memakai konektor RJ-45 untuk dipasangkan pada LAN card yang dimiliki PC ataupun Switch/hub. Susunan pengkabelan jaringan (urutan warna kable UTP) mempunyai aturan yang tertentu, sehingga dalam memasang konektor RJ-45 ke ujung kabel tidak bisa sembarangan.

2. Secara umum pemasangan kabel UTP ada 2 tipe, tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight karena masing masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1 langsung. Sedangkan disebut cross karena ada persilangan pada susunan kabelnya.susunan kabel cross adalah susunan kabel silang 1 dan 3, 2 dan 6 kemudian sebaliknya 3 dan 1, 6 dan 2.

3. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan dua PC tanpa menggunakan Hub/Switch atau menghubungkan antar dua Hub/Switch, sedangkan kabel straight digunakan untuk menghubungkan PC ke Hub/Switch


Pengkabelan UTP

4.  Kabel straight dan cross yang telah disusun seperti susunan warna di atas dapat kita potong secara merata dan dimasukkan ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian konektor tersebut dijepit dengan menggunakan crimping tool. Setelah itu, kabel bisa dites menggunakan LAN tester. Jika ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah dan
kemungkinan pinnya belum tembus. Hal ini bisa kita atasi dengan menekan (press) lagi menggunakan tang crimping. Kalau sudah ditekan tetapi masih tidak nyala, maka kita coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Jika setting susunan warna kabel sudah benar, maka lampu led pada LAN tester menyala semua sesuai dengan aturan warna yang ada























Baca selengkapnya

Thursday, May 30, 2013

TCP/IP Internet Protocol Version 4

Penjelasan Mengenai IP Address

Jenis IP-Address dalam pemakaian pada jaringan Internet terbagi atas :

a. IP-Address Public, yaitu IP-Address yang nilainya telah ditetapkan kepada setiap pengguna oleh ARPANet
b. IP-Address Local, yaitu IP-Address yang nilainya ditentukan oleh lokal jaringan dan IP-Address ini tidak terkoneksi dengan jaringan Internet secara langsung.
Internet Protocol Address (IpA) Versi 4 (IPV4)
Setiap Host harus mempunyai Internet Protocol (IP) Address sebagai identifikasi yang
terdiri dari atas 32 bit dengan nilai :
00000000.0000000.0000000.00000000 s/d 11111111.11111111.1111111.1111111
dengan nilai desimal 0.0.0.0 sampai dengan 255.255.255.255
Dalam address ini selain diketahui nomor ID dari Host, juga harus dijelaskan, di jaringan mana Host tersebut berada. Dengan demikian selain Host-ID diperlukan juga ID nomor jaringan (Network-ID)
Definisi IP-Address : <Network-ID, Host-ID>
Sebagai contoh dibuat 3 jaringan sebagai berikut :
Jaringan 1 dengan 4 Host :
Host A: <1, 1>
Host B: <1, 2>
Host C: <1, 3>
Host D: <1, 4>
Jaringan 2 dengan 2 Host :
Host E: <2, 1>
Host F: <2, 2>
Jaringa 3 dengan 3 Host :
Host G: <1, 1>
Host H: <3, 2>
Host I : <3, 3>
Limitasi dari IP-Address telah ditentukan yaitu 32 bit yang dibagi dalam 4 octet, sehingga 4 octet ini dikelompokan atas Network-ID dan Host-ID. Pembagian 32 bit ini membentuk 3 tiga Kelas besar utama, yang dibagi menjadi 4 buah desimal dengan masing-masing mempunyai nilai 0 s/d
255 dengan notasi sebagai berikut :
xxx.xxx.xxx.xxx (xxx = 0 s/d 255)
Selanjutnya address ini dibagi menjadi nnn = 0, …, 255 sebagai Network-ID dan hhh = 0, …,
255 sebagai Host-ID.
Kelas A : nnn.hhh.hhh.hhh dengan struktur 0xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx (x dapat bernilai 0 atau 1)
nnn adalah Network-ID yang bernilai antara 1 sampai dengan 127 dan hhh adalah Host- ID yang bernilai antara 0 sampai dengan 255.

Kelas B : nnn.NNN.hhh.hhh dengan struktur 10xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx (x dapat bernilai 0 atau 1)
nnn adalah Network-ID yang bernilai antara 128 sampai dengan 191, NNN juga merupakan Network-ID yang bernilai antara 0 sampai dengan 255 dan hhh adalah Host-ID yang bernilai antara 0 sampai dengan 255.
Kelas C : nnn.NNN.NNN.hhh dengan struktur 11xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxx (x dapat bernilai 0 atau 1)
nnn adalah Network-ID yang bernilai antara 192 sampai dengan 255, NNN juga merupakan Network-ID yang bernilai antara 0 sampai dengan 255 dan hhh adalah Host-ID yang bernilai antara 0 sampai dengan 255. Dalam pemakaian, untuk nilai nnn dibatasi oleh kelas D (244), E (252) dan F (254)
Kapan suatu jaringan memakai kelas A, B, atau C tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang ada. Tetapi untuk pemakai Internet seluruh dunia, IP-Address ini sudah ditetapkan oleh Amerika (ARPANet) dan untuk jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP yang tidak terhubung ke Internet dapat merancang IP-Address sendiri sesuai kebutuhan atau banyaknya Host yang terhubung ke dalam satu jaringan, untuk keterangan lebih banyak Network dan Host dapat dilihat dari tabel dibawah ini.



Sebagai contoh jaringan sebelumnya, dengan menggunkan IP-Address Kelas B, yaitu jaringan 1 = 131.0, jaringan 2 = 133.0, dan jaringan 140.1.
Jaringan 1 dengan 4 Host :
Host A : 131.0.0.1
Host B : 131.0.0.2
Host C : 131.0.0.3
Host D : 131.0.0.4
Jaringan 2 dengan 2 Host :
Host E : 133.0.0.1
Host F : 133.0.0.2
Jaringan 3 dengan 3 Host :
Host G : 140.0.0.1
Host H : 140.0.0.2
Host I : 140.0.0.3
Untuk merancang IP-Address dalam suatu jaringan tidak dapat hanya menggunakan sembarang saja, karena akan mengganggu Routing (perputaran) data dalam komunikasi, yang menyebabkan transmisi data antar Host akan lambat dan lama atau host tersebut tidak bisa komunikasi dengan host lain. Untuk meningkatkan transmisi yang cepat maka IP-Address di dampingi oleh address lain, yaitu :

a. Broadcast Address (BrA)

Adakalanya seorang pemakai ingin mengetahui informasi dari jaringan, tanpa mengetahui betul. Dimana informasi tersebut dapat didapat. Suatu teknik yang dinamakan broadcasting memungkinkan hal tersebut, yaitu dengan mengirim pesan (mesagge) keseluruh peserta di jaringan dan untuk Host yang mengetahui jawaban hal tersebut akan memberikan jawaban. Utilitas rwho misalnya, meberikan informasi tentang siapa yang aktif di mesinnya kepada seluruh jaringan melalui broadcast setiap 5 menit sekali. Info ini akan didengar dan dicatat oleh peserta jaringan lainnya, sehingga bila instruksi rwho dijalankan, maka segera ditampilkan tentang seluruh pemakai yang aktif dijaringan. Khusus untuk broadcast, IP menyiapkan Address
yaitu :
255.255.255.255 Bila dikirm ke address tersebut, maka paket akan dikirim keseluruh peserta di
jaringan.
125.255.255.255 Akan dikirm hanya kesemua Host yang ada di jaringan no 125.
140.3.255.255 Akan dikirim hanya ke semua Host yang ada di jaringan no 140.3 (Kelas B)
Dengan demikian angka 255 disiapkan khusus untuk broadcast dan sebaiknya tidak digunakan IP-Address biasa. Satu perkecualian diberikan pada address 127.0.0.1, yaitu address yang berfungsi sebagai Local Host. Local Host memerlukan address ini untuk melakukan Test atau disebut sebagai Loop Back Address. Semua paket yang dikirim ke address tersebut tidak akan diolah oleh Host yang lain, melainkan masuk kembali ke Host yang mengirimnya. Untuk merancang Address sendiri dalam protocol TCP/IP, broadcast address ini telah ditetapkan oleh Sistem operasi jaringan yang digunakan yang biasanya network-id sama dengan network-id pada ip-address host dan untuk host-id sama dengan host-id netmask dikurangi 1.

b. Netmask Address (NmA)

Yaitu suatu address yang berfungsi membatasi routing dalam suatu jaringan, sehingga
akan meningkatkan kecepatan transmisi data. Susunan Netmask Addres disesuaikan dengan
kelas yang telah ditetapkan dalam suatu jaringan, yaitu :
Kelas A : 255.mmm.mmm.mmm
Kelas B : 255.255.mmm.mmm
Kelas C : 255.255.255.mmm
dimana mmm berniali antara 0 sampai dengan 255.
Salah satu cara merancang menentukan IP-Address, Broadcast Address, dan Netmask
Address dalam suatu jaringan sebagai berikut :
Jika diketahui jumlah host, maka untuk mencari address adalah :
• Tentukan Kelas
• Cari Address dari Netmask
• Cari IP-Address dari setip host.
• Broadcast Address
Contoh, jika diketahui jumlah host dalam satu jaringan adalah 62 Komputer / host.
Penyelesaian :
Diket: Jumlah_host = 62
Dit :
• Kelas (juga termasuk Network-ID)
• Netmask Address (NmA)
• IP-Address (IpA)
Jawab.
- Alamat Dasar:11111111.11111111.11111111.11111111
- Jumlah host : 00000000.00000000.00000000.00111111 - (jumlah_host menjadi 63)
11111111.11111111.11111111.11000000
- Netmask Address : 255.255.255.192 (mmm = 192)
- Karena 255 ada 3 kelompok, maka kelasnya adalah C
- Tetapkan Network-ID, misalnya : 202.155.10.hhh (utk kelas C, kelompok pertama harus
bernilai antara 191 s/d 244)
- cari hhh awal = mmm – jumlah_host
= 192 – 63
= 129
- cari hhh akhir = mmm – 1
= 192 – 1
= 191

- Sehingga untuk host-id setiap host adalah anatara 129 samapai dengan 191.
Seperti : 202.155.10.129, 202.155.10.130, 202.155.10.131. ,dst sampai 202.155.10.191
Jika diketahui host-id dari netmask, maka untuk mencari address adalah :
• Tentukan Kelas
• Cari Address Broadcast Address
• Cari IP-Address dari setip host.
Contoh, jika diketahui sebuah Netmask address adalah 255.255.255.224 dan salah satu IPaddressnya
adalah 202.155.13.197
Penyelesaian :
Diket:
- Netmask Address = 255.255.255.224
- Network-Id = 202.155.13.hhh
Dit :
• Jumlah host
• setiap host-id awal dan host-id akhir.
Jawab.
- Kelas IP-Address adalah : C, karena jumlah network-id dari netmask address
255.255.255,
- Network-ID : 202.155.13.hhh
- Jumlah host untuk kelas C adalah maksimum 255
jumlah_host = 255 - mmm
Maka, jumlah_host = 255 - 224
= 31
- IP-address untuk masing masing host adalah :
Host-Id awal = mmm - jumlah host
= 224 - 31
= 193, sehingga alamat IP-Address awal adalah : 202.155.13.193
Host-Id akhir = mmm - 1
= 224 - 1
= 223, sehingga alamat IP-Address akhir adalah : 202.155.13.223







Baca selengkapnya